Jakarta, Politikindo – Dua pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh di Laut China Selatan dalam dua insiden terpisah pada Minggu (26/10). Beruntung, seluruh awak berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Insiden pertama menimpa helikopter MH-60R Sea Hawk yang sedang menjalankan operasi rutin dari kapal induk USS Nimitz. Armada Pasifik Angkatan Laut AS memastikan tiga awak helikopter itu berhasil ditemukan oleh tim pencarian dan penyelamatan (SAR).
Tak lama berselang, sekitar setengah jam kemudian, giliran jet tempur Boeing F/A-18F Super Hornet yang jatuh di perairan yang sama. Pesawat itu juga beroperasi dari kapal induk USS Nimitz saat melakukan latihan rutin. Kedua awak jet sempat melontarkan diri sebelum pesawat menghantam laut, dan segera dievakuasi dalam keadaan selamat.
“Seluruh personel yang terlibat selamat dan dalam kondisi stabil. Penyebab kedua insiden masih dalam penyelidikan,” demikian keterangan resmi Angkatan Laut AS yang dikutip dari AFP.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Tiba di Malaysia untuk Hadiri KTT ASEAN ke-47
Kejadian ini menarik perhatian karena berlangsung di tengah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kawasan Asia, dalam lawatan perdananya di masa jabatan kedua.
Sebagai catatan, pada awal tahun ini dua pesawat tempur AS juga sempat jatuh dari kapal induk USS Harry S. Truman ketika beroperasi di kawasan Timur Tengah.
Belum ada penjelasan apakah kedua insiden terbaru di Laut China Selatan ini berkaitan dengan faktor cuaca, kesalahan teknis, atau tekanan operasional di wilayah yang kerap menjadi titik panas persaingan militer antara AS dan China. (red).



















