Jakarta, Politikindo – Desakan sejumlah pihak agar dilakukan reformasi di tubuh Polri belakangan ini mendapat sorotan dari Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan.
Adi menegaskan, reformasi Polri boleh saja dilakukan, asalkan tujuannya tetap untuk memperkuat institusi kepolisian agar benar-benar berpihak pada keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum yang berkeadilan.
“Terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Adi dalam keterangannya, Rabu (22/10).
BACA JUGA: DPP IMM Kritik Reformasi Polri: Jangan Jadi Alat Politik, Tegakkan Independensi
Namun, Adi mengingatkan agar isu reformasi Polri tidak dijadikan alat untuk memenuhi ambisi politik kelompok tertentu. Sebab, menurutnya, lembaga kepolisian merupakan institusi strategis yang sejak lama rawan dijadikan medan perebutan kekuasaan.
“Reformasi Polri jangan dimanfaatkan untuk kepentingan politik semata. Apalagi jabatan-jabatan strategis di lembaga itu selalu jadi rebutan sejak pasca-reformasi 1998,” tegasnya.
Adi menilai, desakan yang muncul belakangan ini justru bisa menjadi sinyal adanya kepentingan politik di baliknya. Ia khawatir, wacana reformasi itu hanya menjadi pintu masuk bagi kelompok tertentu untuk memperebutkan pengaruh di tubuh Polri.
Karena itu, ia mengimbau publik agar tidak tergesa-gesa merespons isu tersebut. Menurutnya, saat ini lebih baik energi bangsa difokuskan untuk memperbaiki kondisi ekonomi rakyat yang tengah sulit.
“Lebih baik kita dorong pemerintah fokus pada perbaikan ekonomi rakyat ketimbang meributkan situasi politik di internal kepolisian. Rakyat butuh kerja, butuh kesejahteraan. Itu yang jauh lebih penting,” pungkasnya. (red)














