Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaInternasional

Trump Perintahkan Uji Nuklir, Rusia Siap Balas: Kalau Amerika Langgar, Kami Juga!

215
×

Trump Perintahkan Uji Nuklir, Rusia Siap Balas: Kalau Amerika Langgar, Kami Juga!

Sebarkan artikel ini
Russian President Vladimir Putin meets with journalists to comment on new U.S. sanctions targeting two major Russia's oil producers, as well as other international issues, in Moscow, Russia, October 23, 2025. Sputnik/Vyacheslav Prokofyev/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.
Example 468x60

Moskow, Politikindo — Ketegangan nuklir dunia kembali memanas. Kremlin menegaskan akan bertindak serupa jika Amerika Serikat (AS) benar-benar melanggar moratorium uji coba senjata nuklir.
Peringatan keras itu datang dari Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, menanggapi langkah mengejutkan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan Pentagon untuk melanjutkan kembali uji coba senjata nuklir.

“Pernyataan Presiden Putin sudah berulang kali disampaikan: jika ada pihak yang membatalkan moratorium uji coba nuklir, maka Rusia akan bertindak sesuai,” tegas Peskov, dikutip dari Russia Today, Jumat (31/10).

Example 300x600

Trump Panaskan Suasana, Rusia Siaga Balas

Trump, dalam perintah yang disampaikan Kamis lalu, beralasan uji coba nuklir perlu dimulai kembali karena persaingan strategis dengan Rusia dan China.

“Proses itu akan segera dimulai sebagai tanggapan terhadap program uji coba negara lain,” kata Trump.

Namun, Rusia menilai alasan Trump tidak berdasar. Peskov menyatakan sejauh ini tidak ada negara yang melanggar moratorium uji coba senjata nuklir.

“Sejauh ini kami tidak mengetahui hal tersebut. Jika yang dimaksud adalah Burevestnik, maka itu bukan uji coba nuklir,” tegasnya.

BACA JUGA: Trump Umumkan “Sukses Besar” dalam Pertemuan dengan Xi Jinping di Korsel, Rencana Kunjungan ke China Tahun Depan

Burevestnik: Rudal Siluman Rusia yang Buat AS Panas Dingin

Nama Burevestnik memang kerap membuat Pentagon gelisah.
Rudal jelajah canggih berkemampuan nuklir ini digerakkan oleh reaktor nuklir mini, memungkinkan jangkauan hampir tak terbatas. Militer Rusia baru saja berhasil menguji coba rudal ini pekan lalu.

Tapi Peskov menegaskan uji coba itu tidak melanggar moratorium, karena bukan pengujian senjata nuklir aktif.

“Semua negara berhak mengembangkan sistem pertahanannya. Tapi ini bukan uji coba nuklir,” ujarnya menepis tudingan AS.

Perlombaan Nuklir Kembali Bergema

Langkah Trump ini dikhawatirkan memicu babak baru perlombaan senjata nuklir dunia.
Washington sebelumnya sudah menguji coba rudal balistik antarbenua Minuteman III tanpa hulu ledak nuklir pada Februari, serta meluncurkan empat rudal Trident II dari kapal selam pada September lalu.

Rusia sendiri terakhir kali melakukan uji coba senjata nuklir pada era Uni Soviet tahun 1990. AS menghentikan uji cobanya dua tahun kemudian, pada 1992, berdasarkan moratorium Kongres.

Kini, bayangan perang dingin seolah kembali. Menurut laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Rusia dan AS masih menjadi dua kekuatan nuklir terbesar di dunia:

  • Rusia: 5.459 hulu ledak nuklir
  • Amerika Serikat: 5.177 hulu ledak nuklir
  • China diprediksi menyusul dengan 1.500 hulu ledak pada 2035

Komentar Tajam Kremlin: Amerika Main Api

Pernyataan Peskov menutup spekulasi dengan nada dingin tapi tajam.

“AS adalah negara berdaulat dan punya hak penuh mengambil keputusan. Tapi jika mereka membatalkan moratorium, jangan kaget bila Rusia juga melangkah serupa,” ucapnya.

Dengan sinyal keras itu, dunia kembali menahan napas. Setelah bertahun-tahun damai dari dentuman nuklir, bayangan perang dingin kembali mengintip horizon politik global. (red).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *