Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum

PDIP: Megawati Sudah Ingatkan di 2015 Terkait Proyek Whoosh

105
×

PDIP: Megawati Sudah Ingatkan di 2015 Terkait Proyek Whoosh

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (Foto Istimewa).
Example 468x60

Jakarta, Politikindo — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelusuri dugaan kasus dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Langkah lembaga antirasuah ini rupanya membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali mengingat pesan lama Ketua Umum mereka, Megawati Soekarnoputri, yang sudah mengingatkan sejak awal proyek ini digagas.

Elite PDIP Ribka Tjiptaning menegaskan partainya mendukung penuh langkah KPK untuk mengusut dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proyek prestisius tersebut.

Example 300x600

“Dugaan mark up itu urusan hukum, urusan KPK. Biar saja semua yang ada indikasi diperiksa. PDI Perjuangan mendukung itu,” ujar Ribka kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/10).

BACA JUGA: Jokowi Bela Whoosh: Jangan Dibilang Beban, Itu Investasi!

Mega Sudah Ingatkan dari Awal

Nada serupa disampaikan Ketua DPP PDIP MY Esti Wijayanti. Ia mengungkapkan, Megawati Soekarnoputri sebenarnya sudah memberi peringatan sejak tahun 2015, jauh sebelum proyek Whoosh dimulai. Mega disebut sempat mempertanyakan kesiapan dan urgensi pembangunan kereta cepat saat itu.

“Bu Mega sudah mengingatkan sejak awal, apakah sudah saatnya kita punya kereta cepat? Apakah manfaatnya besar bagi masyarakat secara keseluruhan? Itu sudah diingatkan sejak 2015,” kata Esti.

Menurutnya, semua pihak harus menghormati proses hukum. Jika terbukti ada pelanggaran atau praktik korupsi, maka penegak hukum harus bertindak tegas.

“Kalau memang ada pelanggaran hukum ya harus ditindaklanjuti. Kalau terbukti ada korupsi, aparat penegak hukum wajib menindaknya. PDIP tegas soal itu,” imbuhnya.

KPK Bergerak Sejak Awal 2025

KPK sendiri mengonfirmasi bahwa penyelidikan dugaan kasus dalam proyek Whoosh sudah berjalan sejak awal 2025. Namun, tahap penyelidikan masih berlangsung tertutup.

“Benar, perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK,” ujar Juru Bicara KPK Budi singkat.

Belum diketahui siapa saja pihak yang telah diperiksa maupun pasal yang sedang digali penyidik. Namun, publik menilai penyelidikan ini menjadi ujian transparansi terhadap proyek infrastruktur besar di era pemerintahan sebelumnya.

Sekilas Tentang Whoosh

Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh resmi beroperasi pada 2 Oktober 2023, menjadi kereta cepat pertama di Indonesia sekaligus Asia Tenggara. Proyek ini dijalankan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan China Railway International dan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 3 Tahun 2016.

Meski dibanggakan sebagai simbol kemajuan transportasi modern, proyek ini tak lepas dari sorotan publik, mulai dari pembengkakan biaya (cost overrun) hingga transparansi pembiayaan.

Kini, dengan KPK turun tangan, publik menunggu: apakah proyek kebanggaan ini akan tetap melaju kencang seperti namanya atau justru tersendat oleh jeratan hukum. (red).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *