Daddy Palgunadi: “Kalau Rakyat Berdaulat, Jangan Takut Adu Ide”
Ketua OK PSI Jawa Barat, Daddy Palgunadi, menyindir pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebut pemilu masih panjang dan rakyat yang menentukan, menyusul orasi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang menargetkan Jawa Tengah sebagai “kandang” di Pemilu 2029.
Menurut Daddy, pernyataan tersebut terdengar normatif namun sarat kepanikan politik. “Kalimat ‘pemilu masih panjang’ itu biasanya muncul ketika elite mulai merasa wilayah nyamannya diganggu. Kalau benar percaya pada kedaulatan rakyat, seharusnya tidak reaktif,” ujar Daddy, Senin.
Ia menegaskan, diksi ‘kandang’ yang disampaikan PSI bukan klaim wilayah, melainkan simbol pertarungan ide dan gagasan. “Kandang versi PSI itu arena adu pikiran, bukan zona aman kekuasaan. Kalau ada yang merasa terusik, mungkin karena terlalu lama menikmati kenyamanan politik,” sindirnya.
Daddy juga menolak anggapan bahwa Jawa Tengah adalah wilayah eksklusif partai tertentu. “Dalam demokrasi, tidak ada daerah yang diwariskan. Rakyat bukan milik siapa pun. Mereka berdaulat untuk menilai siapa yang relevan hari ini, bukan siapa yang hidup dari romantisme masa lalu,” katanya.
Menurutnya, demokrasi justru sehat ketika muncul penantang baru. “PSI tidak datang untuk meminta izin. PSI datang untuk bertarung secara terbuka. Biarkan ide bertemu ide, biarkan rakyat yang menghakimi,” tegas Daddy.
Menutup pernyataannya, Daddy melontarkan sindiran keras. “Kalau memang rakyat yang menentukan, jangan gunakan kedaulatan rakyat sebagai kalimat aman untuk menjaga status quo. Demokrasi tidak lahir dari ketakutan, tapi dari keberanian menghadapi perubahan.”














