Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukumNasional

BaraNusa Desak Kapolri Buka Nama Aktor Besar Pembalak Liar Hutan di Sumatera

164
×

BaraNusa Desak Kapolri Buka Nama Aktor Besar Pembalak Liar Hutan di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Foto Istimewa).
Example 468x60

Jakarta, Politikindo — Kasus pembalakan liar di Tapanuli makin panas. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Polri sudah mengantongi nama tersangka dalam kasus yang dituding memperparah banjir besar di Sumatra belakangan ini.

Sigit menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah status perkara dinaikkan ke penyidikan dan Satgas khusus turun ke lokasi.

Example 300x600

“Kita sudah naikkan sidik. Tersangka juga sudah kita temukan,” kata Sigit di Aceh, Jumat (12/12/2025).

Namun, Sigit belum membeberkan sosok tersangka tersebut. “Tim sedang bekerja, nanti biar dijelaskan lebih lanjut,” ujarnya.

Ekskavator, Sungai Baru, dan Misteri Gelondongan

Sebelumnya, Dirtipidter Bareskrim Polri Mohammad Irhamni mengungkap temuan yang makin menguatkan dugaan pembalakan liar besar-besaran.

Di wilayah DAS Garoga–Anggoli, penyidik menemukan:

  • Ekskavator yang diduga dipakai untuk aktivitas ilegal
  • Muara aliran sungai baru yang tidak organik, diduga akibat manipulasi aliran air
  • Gelondongan kayu misterius yang muncul setelah banjir

Semua sampel kayu saat ini sedang diuji laboratorium untuk memastikan asal-usulnya.

“Sudah kami naikkan ke penyidikan,” tegas Irhamni.

BACA JUGA: Ketum PBM Dorong Kapolri: “Reformasi Total! Bisnis Gelap PMI Ilegal Tak Boleh Terus Beranak-pinak!”

BaraNusa Ikut Menekan: Jangan Cuma Operatornya!

Di tengah perkembangan ini, Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) langsung merespons keras.

Ketua Umumnya, Adi Kurniawan, meminta Polri membuka identitas tersangka dan memastikan penyidikan tidak berhenti di level pelaku lapangan.

“Pembalakan liar skala begini tidak mungkin tanpa aktor besar. Cari cukongnya, cari backing-nya. Gunung tak botak hanya karena satu gergaji,” tegas Adi.

BaraNusa juga mendesak agar penyidikan diperluas hingga hulu Sungai Tamiang (Aceh), mengingat pola pengaliran kayu melalui mekanisme penghanyutan kerap dipakai jaringan ilegal.

“Jangan ada yang disembunyikan. Rakyat berhak tahu siapa yang membuat hutan kita botak dan banjir tak berhenti,” ujar Adi.

Menanti Gebrakan Lanjutan Kapolri

Dengan temuan alat berat, sungai baru, dan uji laboratorium yang masih berjalan, publik kini menunggu apakah Polri benar-benar akan naik kelas: dari sekadar membongkar operator lapangan menjadi memburu aktor besar, cukong, hingga korporasi jika terbukti terlibat.

Sebab, dampaknya sudah nyata:

hutan rusak, sungai berubah, dan warga jadi korban banjir yang datang bertubi-tubi. (red).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *