Jakarta, Politikindo — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tancap gas memacu perekonomian nasional. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 bisa tembus 5,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Optimisme itu muncul dari proyeksi kuatnya kinerja ekonomi pada kuartal IV-2025. Purbaya yakin, di tiga bulan terakhir tahun ini, ekonomi Indonesia bisa melaju di atas 5,5 persen.
“Triwulan keempat tahun ini saya harapkan pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen. Jadi full year bisa 5,2 persen,” ujar Purbaya dalam acara Economic Hari Keuangan Nasional di Studio CNN Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (27/10).
Uang Negara Nganggur, Purbaya Turunkan ke Lapangan
Menkeu anyar yang baru menjabat sejak 8 September 2025 ini langsung melakukan gebrakan. Salah satunya dengan mengalirkan dana pemerintah yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI) ke sistem perbankan.
BACA JUGA: Purbaya Bongkar Kode Lirikan Prabowo untuk Sikat Usulan Aneh
Total ada Rp200 triliun yang digeser dari BI ke lima bank pelat merah. Rinciannya:
- BRI: Rp55 triliun
- BNI: Rp55 triliun
- Bank Mandiri: Rp55 triliun
- BTN: Rp25 triliun
- Bank Syariah Indonesia (BSI): Rp10 triliun
Langkah ini dilakukan karena, menurut Purbaya, uang pemerintah yang diam di BI pernah mencapai Rp500 triliun, dan tetap dikenakan bunga sekitar 6 persen per tahun. Artinya, negara harus menanggung biaya inefisiensi hingga Rp24 triliun per tahun.
“Itu kerugian negara karena duitnya nganggur. Padahal bisa kita gunakan untuk menggerakkan ekonomi,” tegasnya.
Pelajari Jalur Hukum Pemindahan Dana
Purbaya mengaku kini tengah mengkaji celah hukum untuk memasukkan sekitar Rp400 triliun uang negara di luar sistem APBN agar bisa digunakan langsung untuk mendorong ekonomi nasional.
“Saya minta Ditjen Anggaran pelajari semua aspek hukumnya. Kalau bisa masuk ke APBN, defisit bisa berkurang dan ekonomi bisa lebih kencang,” katanya.
2026 Bidik Tumbuh 6 Persen, Menuju 8 Persen di Akhir Pemerintahan Prabowo
Tak cuma fokus tahun ini, Purbaya juga pasang target tinggi untuk tahun depan. Ia berharap pertumbuhan ekonomi 2026 bisa di atas 6 persen, dengan peran aktif sektor swasta sebagai motor utama.
Bahkan, ia menargetkan di tahun kelima pemerintahan Presiden Prabowo, pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 8 persen.
“Selama program dijalankan dan sektor swasta makin aktif, saya yakin kita bisa tumbuh lebih cepat,” tuturnya penuh keyakinan.
Langkah Tegas Sang Bendahara Negara
Gebrakan Purbaya menandai perubahan arah kebijakan fiskal yang lebih berani dan agresif. Fokusnya jelas: mengoptimalkan uang negara yang nganggur, memperkuat likuiditas perbankan, dan memacu mesin ekonomi agar berdengung lebih cepat.
Dengan strategi ini, publik menanti apakah janji manis pertumbuhan di atas 5 persen benar-benar bisa terwujud dan menjadi warisan awal penting di era Prabowo Subianto. (red).















