Jakarta, Politikindo – Malam Kamis (23/10) di Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, berubah mencekam saat dua pria diduga begal beraksi dengan membawa senjata api rakitan. Aksi kriminal itu berakhir ricuh setelah warga langsung menghajar kedua pelaku.
Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami, mengungkapkan, kedua pelaku kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
“Diamuk massa,” ujar Kukuh, Jumat (24/10).
“Belum bisa kita ambil keterangan karena masih kritis para pelakunya,” tambahnya.
BACA JUGA: BaraNusa Dukung Kapolda Metro: Polisi Humanis, Bukan Represif!
Aksi para begal tidak hanya membuat panik warga, tetapi juga menyebabkan korban terkena peluru pantul. Saat mencoba menembak ke udara, peluru para pelaku justru melukai seorang warga.
“Ada korbannya, ketika pelaku melepas tembakan ke atas, peluru memantul dan mengenai warga. Kondisinya masih sadar,” jelas Kukuh.
Polisi telah mengamankan senjata api rakitan milik pelaku, sementara penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan dan modus operandi kedua begal.
Peristiwa ini menegaskan risiko tinggi kejahatan jalanan di Jakarta Barat dan bahaya senjata api ilegal di tangan pelaku kriminal. Warga diimbau tetap waspada, terutama saat beraktivitas malam hari. (red).

















