Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum

BaraNusa Dukung Langkah Kapolri Menjaga Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

114
×

BaraNusa Dukung Langkah Kapolri Menjaga Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

Sebarkan artikel ini
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Foto Istimewa).
Example 468x60

Jakarta, Politikindo – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, Polri telah berhasil mentransformasi ratusan wilayah rawan narkoba menjadi kampung bebas narkoba di berbagai daerah.

Dalam pemaparan di acara pemusnahan barang bukti 214,48 ton narkoba di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (29/10), yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Kapolri mengatakan terdapat 228 kampung narkoba yang telah diidentifikasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 118 kampung kini berhasil bersih dari narkoba, sementara 110 kampung lainnya masih dalam proses pembenahan.

Example 300x600

“Dalam aspek pencegahan, Polri telah mengidentifikasi 228 kampung narkoba, dan 118 di antaranya berhasil ditransformasi menjadi kampung bebas narkoba,” kata Listyo.

“Kampung bebas narkoba ini merupakan lingkungan yang memiliki ketahanan masyarakat secara mandiri dalam menangkal peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” sambungnya.

Bangun Posko dan Balai Musyawarah

Kapolri menjelaskan, di setiap kampung yang sudah terbebas dari narkoba, Polri membangun berbagai fasilitas untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Beberapa di antaranya yaitu posko konseling dan balai musyawarah yang dapat dimanfaatkan warga untuk kegiatan penanggulangan dan pencegahan narkoba.

Selain itu, Polri bersama perangkat kampung secara rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi, patroli, pendampingan korban penyalahgunaan narkoba, serta rehabilitasi sosial dan ekonomi melalui pelatihan kerja dan pendampingan UMKM.

49 Ribu Kasus, 65 Ribu Tersangka

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga membeberkan hasil besar dari kerja keras jajarannya sepanjang tahun ini.
Polri berhasil mengungkap 49.306 kasus narkoba dan menetapkan 65.572 tersangka.

Barang bukti yang berhasil disita mencapai 214,84 ton dengan nilai ekonomi setara Rp29,37 triliun.
Barang bukti tersebut terdiri dari:

  • 186,7 ton ganja
  • 9,2 ton sabu
  • 1,9 ton tembakau gorila
  • 2,1 juta butir ekstasi
  • 13,1 juta butir obat keras
  • 27,9 kilogram ketamin
  • 34,5 kilogram kokain
  • 6,8 kilogram heroin
  • 5,5 kilogram THC
  • 18 liter etomidate
  • 132,9 kilogram hashish
  • 1,4 juta butir happy five

“Pengungkapan seluruh barang bukti tersebut dapat menyelamatkan sekitar 629,93 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba apabila barang itu sampai beredar di masyarakat,” tegas Listyo.

Dukungan BaraNusa

Langkah tegas Kapolri itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan.

Adi menilai kerja keras Polri dalam membebaskan kampung-kampung dari jerat narkoba merupakan bukti nyata komitmen institusi kepolisian menjaga masa depan bangsa, khususnya generasi muda.

“Langkah Kapolri patut diapresiasi. Ini bukti komitmen Polri menjaga generasi muda dari bahaya narkoba dan memastikan Indonesia punya masa depan yang bersih dari kejahatan narkotika,” ujar Adi Kurniawan di Jakarta, Rabu (29/10).

Adi juga mendorong pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kampung bebas narkoba agar tidak kembali disusupi peredaran gelap narkotika.

“Polri tidak bisa berjuang sendiri. Butuh kolaborasi semua pihak agar gerakan kampung bebas narkoba benar-benar menjadi benteng sosial yang kuat,” tambahnya.

Perang Panjang yang Belum Selesai

Meski banyak kemajuan, Kapolri mengakui perang melawan narkoba masih panjang. Ia menegaskan Polri tidak akan lengah dan akan terus menggandeng seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga komunitas warga.

“Kami akan terus perkuat ketahanan sosial di tingkat kampung. Pemberantasan narkoba bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga bagaimana masyarakat bisa mandiri dan menolak narkoba sejak dari lingkungan terkecil,” tandasnya. (red).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *