Jakarta, Politikindo – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menekankan pentingnya sikap empati dan totalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pesan ini disampaikan melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, sebagai bagian dari komitmen Polda Metro untuk menghadirkan polisi yang humanis dan responsif.
“Bapak Kapolda berpesan agar berempati, memahami apa yang dirasakan masyarakat. Kita harus mampu merasakan kesulitan yang sedang mereka hadapi. Karena itu, kita berkewajiban membantu dan merespons dengan cepat,” ujar Ade Ary dalam keterangannya, Sabtu (25/10).
Menurut Ade Ary, pesan tersebut disampaikan Kapolda kepada 393 personel Pamapta dari jajaran polres, polsek, hingga Polda Metro Jaya. Para personel itu menjadi garda terdepan dan wajah pertama kepolisian yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Pamapta adalah wajah pertama kepolisian yang dilihat oleh masyarakat. Mereka menjadi etalase pelayanan publik bagi institusi Polri,” katanya.
BACA JUGA : Kapolda Metro Jaya Bangun 30 SPPG, Fokus Tingkatkan Gizi Anak dan Kesejahteraan Masyarakat
Ade Ary menjelaskan, tugas Pamapta tidak hanya sekadar menjadi petugas piket, tetapi juga pelaksana utama di lapangan saat menerima laporan masyarakat. Saat ada peristiwa, Pamapta wajib bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), memasang garis polisi, menenangkan warga, serta mengoordinasikan unit lain seperti Reserse, Lalu Lintas, dan Samapta.
“TKP harus status quo, dipasang police line, sambil berkomunikasi dengan warga sekitar untuk mencari informasi. Saat tiba di lokasi, Pamapta juga memimpin piket fungsi lainnya,” jelasnya.
Selain mengamankan TKP, lanjut Ade Ary, Pamapta juga memiliki tugas menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian agar tidak menimbulkan kemacetan. Semua itu dilakukan dalam rangka patroli dialogis yang berbasis data dan analisis kriminalitas.
“Patroli dilakukan di jam-jam rawan, berdasarkan data kriminalitas yang ada. Pamapta harus aktif berkomunikasi dengan masyarakat, menyerap informasi, dan membangun rasa aman,” ujarnya.
Kapolda Metro Jaya, kata Ade Ary, ingin agar seluruh jajaran benar-benar hadir di tengah masyarakat. Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga pelindung dan penolong rakyat.
“Para Pamapta harus punya rasa empati. Masyarakat yang datang ke kantor polisi atau melapor lewat 110 itu seperti saudara kita sendiri. Perlakukan mereka dengan hati,” tandasnya. (red).
















