Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEkonomi

Presiden Prabowo Minta Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Segera Dituntaskan Tanpa Ganggu Ekonomi

114
×

Presiden Prabowo Minta Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Segera Dituntaskan Tanpa Ganggu Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo saat melakukan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto Istimewa).
Example 468x60

Jakarta, Politikindo – Presiden Prabowo Subianto meminta sejumlah anak buahnya, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk membereskan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) tanpa menimbulkan gejolak ke perekonomian.

Hal itu diungkap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyebut arahan diberikan langsung dalam rapat terbatas dengan tim ekonomi pemerintah.

Example 300x600

“Kemarin dibahas. Pak Airlangga Menko, Menteri Keuangan (Purbaya), kemudian CEO Danantara (Rosan Roeslani), diminta untuk menghitung lagi detailnya. Kemudian opsi-opsi untuk meminta perpanjangan masa pinjaman, itu bagian dari skenario-skenario skema terbaik,” ujar Prasetyo di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).

Mencari Skema Terbaik

Prasetyo menjelaskan, pemerintah tengah melihat berbagai opsi untuk menyelesaikan utang Whoosh, termasuk negosiasi pembayaran utang dan kemungkinan kelonggaran waktu pembayaran.

“Pemerintah sedang mencari skema terbaik, termasuk perhitungan-perhitungan angkanya, dan kemungkinan meminta kelonggaran dari sisi waktu pembayaran utang,” tambahnya.

BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi Raksasa Di Proyek Whoosh Era Jokowi, KPK Diminta Tak Tunggu Bola

Ia menegaskan bahwa penyelesaian utang Whoosh merupakan tanggung jawab bersama, karena pemerintah berkewajiban menyediakan transportasi publik yang layak bagi masyarakat.

“Kewajiban kita semua, bukan cuma pemerintah, untuk menyediakan transportasi publik yang sebaik-baiknya. Tidak hanya Whoosh, mulai dari transportasi kereta api non cepat, bus, hingga kapal, semuanya sedang diperbaiki,” pungkasnya.

Negosiasi dengan China

Sebelumnya, utang Whoosh menjadi polemik karena Menteri Keuangan Purbaya menegaskan tidak akan menggunakan APBN untuk membayarnya, dan meminta Danantara yang menangani.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengatakan perwakilan pemerintah Indonesia akan segera berangkat ke China untuk menegosiasikan syarat pinjaman, termasuk jangka waktu, suku bunga, dan mata uang.

“Terus kita bernegosiasi. Kami akan berangkat lagi ke China untuk menegosiasikan term pinjaman, jangka waktu, suku bunga, dan beberapa mata uang,” kata Dony di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (23/10).

Proyek Whoosh

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dikelola PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China), dengan 75 persen pendanaan dari pinjaman China Development Bank (CDB) dan 25 persen dari ekuitas/dana sendiri konsorsium.

Pemerintah terus menekankan pentingnya penyelesaian utang ini tanpa menimbulkan gangguan terhadap ekonomi nasional, seiring proyek yang dinilai strategis untuk transportasi publik di Pulau Jawa. (red).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *