Moskow, Politikindo – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan negaranya tidak akan pernah tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat (AS) maupun kekuatan asing lainnya.
Pernyataan keras ini dilontarkan usai pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap dua raksasa minyak Rusia.
Trump pada Rabu (22/10) mengumumkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia. Langkah itu menjadi perubahan kebijakan besar terkait perang Moskow di Ukraina. Imbasnya, harga minyak dunia langsung melonjak hampir 5 persen pada Kamis (23/10), sementara India dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk mengurangi impor minyak dari Rusia.
Berbicara kepada wartawan di Moskow, seperti dikutip Reuters, Jumat (24/10/2025), Putin menyebut langkah Washington itu sebagai tindakan “tidak bersahabat” yang pasti akan berbalas.
“Itu akan memiliki konsekuensi tertentu, tetapi tidak akan secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan ekonomi kita,” tegas Putin.
BACA JUGA: Ribuan Unjuk Rasa Di Amerika Serikat Menentang Donald Trump
Menurut Putin, sektor energi Rusia tetap tangguh menghadapi tekanan global. Ia menilai langkah AS hanya bentuk lain dari upaya menekan Moskow.
“Itu, tentu saja, merupakan upaya untuk menekan Rusia. Tapi tidak ada negara yang menghargai diri sendiri dan tidak ada rakyat yang bermartabat akan mengambil keputusan di bawah tekanan,” ujarnya tajam.
Putin juga mengingatkan, pada masa jabatan pertamanya dulu, Trump sempat memberlakukan sanksi serupa terhadap Moskow. Ia memperingatkan, gangguan terhadap ekspor energi Rusia — pengekspor minyak terbesar kedua di dunia — justru akan menaikkan harga minyak global dan menciptakan tekanan politik di dalam negeri AS sendiri.
“Jika ekspor Rusia terganggu, harga minyak akan melonjak, termasuk di pom bensin Amerika. Itu bisa jadi bumerang politik bagi Washington,” sindirnya.
Meskipun dampak finansial terhadap Rusia diprediksi terbatas dalam jangka pendek, sanksi baru ini dinilai sebagai sinyal kuat dari Trump untuk menekan finansial Moskow dan memaksa Kremlin menuju kesepakatan damai terkait Ukraina. Namun, hingga kini belum jelas apakah India benar-benar akan mengurangi pembelian minyak Rusia.
Dialog Lebih Baik dari Perang
Putin juga mengungkapkan, rencana pertemuan puncak yang sempat dibatalkan Trump sejatinya diusulkan oleh Presiden AS itu sendiri, dengan lokasi di Budapest, Hungaria.
“Apa yang bisa saya katakan? Dialog selalu lebih baik daripada konfrontasi, atau lebih buruk lagi, perang,” katanya diplomatis.
Namun saat menanggapi laporan Wall Street Journal yang menyebut pemerintahan Trump mencabut pembatasan penggunaan rudal jarak jauh oleh Ukraina, Putin mengeluarkan peringatan keras.
“Ini adalah upaya eskalasi. Jika senjata semacam itu digunakan untuk menyerang wilayah Rusia, respons kami akan sangat serius, bahkan bisa membuat kewalahan. Biarkan mereka memikirkannya,” ancam Putin. (red).















